
1 Kapten Vasily Grigorevich Zaytsev
(or Zaitsev) (Russian: Василий Григорьевич Зайцев, pronounced [vʌˈsʲilʲɪj grʲɪˈgorʲjevʲɪtɕ ˈzajtsɨf])( 23Maret1915– 15December1991). zaitsev lahir yaleninskoye dan besar di pegunungan Ural.Dia tergabung di batlyon ke-62 divisi ke- 284 resimen ke-1047. Namanya menjadi terkenal ketika dia mengikuti perang di Stalinggard pada tahun 1942, dia berhasil membunuh 225 prajurit dan perwira pasukan nagara jerman termasuk juga 11 penembak runduk ( sniper). Antony beevor mengatakan dalm bukunya bahwa perang Stalingard merupakan awal dari gerakan penembak runduk( sniper) di batlyon ke 62, dan merupakan cikal bakal dari gerakan doktrin "sniperism" yang mengubah teknik ideologi dari penembak runduk(sniper) yang tidak hanya sekedar menembak jitu. Mungkin pasukan jerman tidak mengenal namanya tapi teror yang dibuatnya membuat moral pasukan jerman jatuh terutama para perwira yang menjadi target sasaran Zaitsev, bahkan membuat perwira perwira pasukan jerman rela untuk mencopot tanda kepangkatannya. zaitsev bertugas di Stalingard hanya sampai januari 1943, dikarenakan cedera pada matanya yang diakibatkan oleh pecahan mortir dari pasukan jerman. dia meninggal pada januari 2006 dan dikuburkan di Mamayev Kurgan dengan upacara kehormatan militer karena diaanggap sebagai pahlawan pada perang Stalingard, dia dikuburkan di monumen pembela Stalingard dimana kata katanya yang terkenal ditulis For us there was no land beyond (the) Volga. Kisah hidupnya kemudian di filmkan di film enemy at the gates.

2.SIMO HAYHA
Simo Hayha juga dikenal dengan nama "white death". dilahirkan di kotamadyaRautjarvi dekat perbatasan finlandia dan rusia dan memulai karir tentaranya di angkatan bersenjata finlandia sejak tahun 1925. Sebelum bergabung dengan angkatan bersenjata Hayha adalah seorang petani dan pemburu, menurut laporan rumahnya dipenuhi dengan piala untuk kejuaraan menembak jitu. Tugas pertamanya adalah ikut perang musim dingin yang melibatkan anatara rusia dengan finlandia dan menjadi awal dari tugasnya menjadi sniper melawan pasukan merah. Simo Hayha berhasil mencatat +500 yang dinyatakan tewas olehnya. Rusia tercatat kehilangan pasukan sebanyak 1000.000 orang dari total 1.500.000 pasukannya, sedangkan dari pihak finlandia hanya kehilangan 25000 pasukan. Setelah perang dia banyak menghabiskan waktunya untuk bermain ski dan berburu. dia wafat pada tahun 2002 pada umur 96 tahun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar